Pada zaman dahulu , ada seseorang gadis kecil
yang hidupdi sebuah rumah mungil yang indah di sebuah hutan terbuka. Karena
rambutnya yang kerinting keemasan , dia dipanggil Goldilocks. “Goldilocks,”
ibunya berkata kepadanya, “jangan pernah pergi sendirian ke dalam hutan. Kau
tidak akan pernah tahu apa yang mungkin terjadi.” Karena gadis itu sangat
penurut , dia tidak pernah pergi jauh dari hutan terbuka di sekitar rumahnya. Akan tetapi pada suatu hari , ketika dia
sedang berjalan di rerumputan yang terbuka , dia meliahat bunga berwarna biru
indah yang tumbuh di bawah pohon. Dia berjalan tiga langkah dan memetiknya.
Sedikit agak jauh ke dalam hutan , dia melihat bunga putih , bahkan lebih
cantik dari sebelumnya. Dia berjalan tiga langkah lagi dan memetiknya juga. Lebih
ke dalam , dia menemukan hamparan bunga biru dan putih yang indah dan berlari
untuk memetiknya sebanyak – banyaknya. Saat dia sudah mengumpulkan seikat penuh
, dia memutuskan untuk pulang dan mempersembahkannya kepada ibunya. Tetapi mana
jalan ke rumah? Dia memilihsembarang jalan dan dia langsung tersesat ke dalam
hutan.
Goldilocks yang malang berjalan terus sampai
jauh. Burung – burung bercicit di sekelilingnya , angin berhembus memainkan
dahan – dahan , dan air terjun bernyanyisaat membentur bebatuan. Tetapi , gadis
kecil itu merasa cemas dan sangat lelah. Dia bahkan hamper menangis ketika tiba
– tiba dari antara pohon – pohon dia melihat sebuah rumah kecil di tengah hutan
terbuka.
Goldiloks mengendap – ngendap ke rumah itu. Dia
memperhatikan rumah itu lewat jendela dan mendapati bahwa rumah itu sangat
bersih dan rapi. Dia penasaran dengan siapa yang tinggal di sana. Karena tak
seorang pun dia temui , goldiloks memutar pintu dan masuk ke dalam. Ruangan itu
berbau masakan Goldiloks sadar bahwa dia sangat lapar setelah perjalanan jauh
menyusuri hutan. Dia menghampiri meja. Meja itu tertutup kain putih. Di atasnya
ada tiga mangkuk bubur yang berjajar : satu besar , satu sedang , dan satu
kecil. Pertama , dia mencicipi bubur mangkuk besar , tetapi terlalu panas.
Kemudian , dia mencicipi bubur sedang tetapi itu terlalau asin. Akhirnya , dia
mencicipi bubur mangkuk kecil. Itu tidak terlalu panas dan asin , tetapi benar
– benar pas rasanya. Goldilocks sangat lapar , sehingga dia makan semua bubur
sampai sendok terakhir. Di sekitar meja , ada tiga kursi , satu besar , satu sedang
, dan satu kacil. Goldilocks bediri berjingkat – jingkat dan mengangkat dirinya
naik ke atas kursi besar, tetapi dia merasa terlalu keras. Kemudian , dia
mencoba kursi yang sedang , tetapi dia merasa kursi itu terlalu lembut.
Akhirnya , dia mencoba kursi yang kecil , di situ dia merasa tidak terlalu
keras dan lembut , tetapi nyaman. Dia duduk bersandar di kursi itu. Kraak !
Kursi yang kecil patah tidak kuat menahan beratnya dan Goldilocks jatuh di atas
lantai. Tanpa membereskan kursi yang hancur berkeping – keping di atas lantai ,
dia melanjutkan mengamati rumah itu.
Goldilocks
naik ke kamar tidur , di mana dia menemukan tiga tempat tidur : yang satu besar
, yang kedua sedang , dan yang ketiga kecil. Karena sangat lelah dia merebahkan
diri di tempat tidur besar , tetapi terlalu luas dan terlalu panjang baginya.
Kemudian dia mencoba tempat tidur sedang , tetapi bulu – bulu menyembul keluar
dan dia terus – menerus bersin. Kemudian dia berbaring di tempat tidur kecil.
Itu sungguh pas ukurannya dan indah serta nyaman. Goldilocks merasakan dirinya
nyaman dan tidur seketika. Sementara itu , keluarga yang tinggal di rumah itu
sedang berjalan – jalan di hutan , menunggu bubur mereka dingin. Mereka adalah
keluarga beruang. Beruang yang besar berjalan di depan adalah bapak beruang ,
di belakangnya berukuran sedang ibu beruang , dan yang pailing kecil anak
beruang.
Kemudian
mereka membuka pintu dan menuju meja. Tiba – tiba bapak beruang melihat bahwa
sendoknya telah tenggelam dalam mangkok yang besar. Anak beruang berteriak “ Oh
tidak ! Seseorang telah memakan bubur ku “. Ketiga beruang menyadari bahwa
telah ada penyusup masuk ke rumah mereka. Mereka bertiga memeriksa seisi rumah
“apakah di dalam rumah ada orang yang telah masuk ?” Kemudian mereka masuk ke kamar
dan terlihatlah seorang anak perempuan telah tidur di tempat tidur anak
beruang. Tetapi teriakan anak beruang yang keras membangunkannya. Dia berdiri
di tempat tidur dan heran meliahat tiga beruang berdiri di hadapannya. Kemudian
dia berteriak menghambur dari tempat tidur dan lari cepat cepat untuk membuka
jendela kemudian melompat turun ke tanah dan mulailah berlari sekuatnya. Keluarga beruang berdiri memandang dari jendela
saat Goldilocks melariakan diri melalui tempat yang terbuka.
Sejak saat itu Goldilocks belajar
dari pengalamannya. Jika pergi sendirian dia tidak pernah berkeliaran jauh dari
rumah. Setiap kali dia meliahat tiga pohon besar di hutan , setiap kali dia memetik bunga , dia ingat
petualangan anehnya.