Sunday, 10 February 2013

"GOLDILOCKS dan TIGA BERUANG"


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                

                                                                                               
Pada zaman dahulu , ada seseorang gadis kecil yang hidupdi sebuah rumah mungil yang indah di sebuah hutan terbuka. Karena rambutnya yang kerinting keemasan , dia dipanggil Goldilocks. “Goldilocks,” ibunya berkata kepadanya, “jangan pernah pergi sendirian ke dalam hutan. Kau tidak akan pernah tahu apa yang mungkin terjadi.” Karena gadis itu sangat penurut , dia tidak pernah pergi jauh dari hutan terbuka di sekitar rumahnya. Akan tetapi pada suatu hari , ketika dia sedang berjalan di rerumputan yang terbuka , dia meliahat bunga berwarna biru indah yang tumbuh di bawah pohon. Dia berjalan tiga langkah dan memetiknya. Sedikit agak jauh ke dalam hutan , dia melihat bunga putih , bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Dia berjalan tiga langkah lagi dan memetiknya juga. Lebih ke dalam , dia menemukan hamparan bunga biru dan putih yang indah dan berlari untuk memetiknya sebanyak – banyaknya. Saat dia sudah mengumpulkan seikat penuh , dia memutuskan untuk pulang dan mempersembahkannya kepada ibunya. Tetapi mana jalan ke rumah? Dia memilihsembarang jalan dan dia langsung tersesat ke dalam hutan.
        Goldilocks yang malang berjalan terus sampai jauh. Burung – burung bercicit di sekelilingnya , angin berhembus memainkan dahan – dahan , dan air terjun bernyanyisaat membentur bebatuan. Tetapi , gadis kecil itu merasa cemas dan sangat lelah. Dia bahkan hamper menangis ketika tiba – tiba dari antara pohon – pohon dia melihat sebuah rumah kecil di tengah hutan terbuka.
            Goldiloks mengendap – ngendap ke rumah itu. Dia memperhatikan rumah itu lewat jendela dan mendapati bahwa rumah itu sangat bersih dan rapi. Dia penasaran dengan siapa yang tinggal di sana. Karena tak seorang pun dia temui , goldiloks memutar pintu dan masuk ke dalam. Ruangan itu berbau masakan Goldiloks sadar bahwa dia sangat lapar setelah perjalanan jauh menyusuri hutan. Dia menghampiri meja. Meja itu tertutup kain putih. Di atasnya ada tiga mangkuk bubur yang berjajar : satu besar , satu sedang , dan satu kecil. Pertama , dia mencicipi bubur mangkuk besar , tetapi terlalu panas. Kemudian , dia mencicipi bubur sedang tetapi itu terlalau asin. Akhirnya , dia mencicipi bubur mangkuk kecil. Itu tidak terlalu panas dan asin , tetapi benar – benar pas rasanya. Goldilocks sangat lapar , sehingga dia makan semua bubur sampai sendok terakhir. Di sekitar meja , ada tiga kursi , satu besar , satu sedang , dan satu kacil. Goldilocks bediri berjingkat – jingkat dan mengangkat dirinya naik ke atas kursi besar, tetapi dia merasa terlalu keras. Kemudian , dia mencoba kursi yang sedang , tetapi dia merasa kursi itu terlalu lembut. Akhirnya , dia mencoba kursi yang kecil , di situ dia merasa tidak terlalu keras dan lembut , tetapi nyaman. Dia duduk bersandar di kursi itu. Kraak ! Kursi yang kecil patah tidak kuat menahan beratnya dan Goldilocks jatuh di atas lantai. Tanpa membereskan kursi yang hancur berkeping – keping di atas lantai , dia melanjutkan mengamati rumah itu.                          
                    Goldilocks naik ke kamar tidur , di mana dia menemukan tiga tempat tidur : yang satu besar , yang kedua sedang , dan yang ketiga kecil. Karena sangat lelah dia merebahkan diri di tempat tidur besar , tetapi terlalu luas dan terlalu panjang baginya. Kemudian dia mencoba tempat tidur sedang , tetapi bulu – bulu menyembul keluar dan dia terus – menerus bersin. Kemudian dia berbaring di tempat tidur kecil. Itu sungguh pas ukurannya dan indah serta nyaman. Goldilocks merasakan dirinya nyaman dan tidur seketika. Sementara itu , keluarga yang tinggal di rumah itu sedang berjalan – jalan di hutan , menunggu bubur mereka dingin. Mereka adalah keluarga beruang. Beruang yang besar berjalan di depan adalah bapak beruang , di belakangnya berukuran sedang ibu beruang , dan yang pailing kecil anak beruang.                               
                   Kemudian mereka membuka pintu dan menuju meja. Tiba – tiba bapak beruang melihat bahwa sendoknya telah tenggelam dalam mangkok yang besar. Anak beruang berteriak “ Oh tidak ! Seseorang telah memakan bubur ku “. Ketiga beruang menyadari bahwa telah ada penyusup masuk ke rumah mereka. Mereka bertiga memeriksa seisi rumah “apakah di dalam rumah ada orang yang telah masuk ?” Kemudian mereka masuk ke kamar dan terlihatlah seorang anak perempuan telah tidur di tempat tidur anak beruang. Tetapi teriakan anak beruang yang keras membangunkannya. Dia berdiri di tempat tidur dan heran meliahat tiga beruang berdiri di hadapannya. Kemudian dia berteriak menghambur dari tempat tidur dan lari cepat cepat untuk membuka jendela kemudian melompat turun ke tanah dan mulailah berlari sekuatnya.  Keluarga beruang berdiri memandang dari jendela saat Goldilocks melariakan diri melalui tempat yang terbuka.               
                     Sejak saat itu Goldilocks belajar dari pengalamannya. Jika pergi sendirian dia tidak pernah berkeliaran jauh dari rumah. Setiap kali dia meliahat tiga pohon besar di hutan ,  setiap kali dia memetik bunga , dia ingat petualangan anehnya.

No comments:

Post a Comment